Tentang Dermawan dan Kebahagiaan
Sikap dermawan memiliki hubungan yang kuat dengan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Pada beberapa penelitian membuktikan bahwa orang yang lebih senang mengeluarkan uang untuk orang lain dibanding untuk diri mereka sendiri mampu menimbulkan perasaan yang bahagia, dan kebahagiaan tersebut akan mendorong sikap yang lebih dermawan.
Selain mempengaruhi kebahagiaan, sikap dermawan juga dapat memberikan manfaat pada dunia kerja. Sikap dermawan mampu mengurangi potensi burnout (Kondisi kelelahan mental dan fisik dalam bekerja). Selain itu sikap dermawan juga memiliki manfaat untuk suatu hubungan antar pribadi, termasuk pada hubungan yang romantis.
Sikap dermawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah:
1. Rasa Empati
Empati adalah kemampuan seseorang untuk menyadari, memahami dan menghargai perasaan dan pikiran orang lain. Individu yang memiliki rasa empati cenderung lebih mudah untuk memberi dan menolong. Perasaan tersebut mampu mendorong timbulnya sikap dermawan pada diri seseorang.
2. Kepribadian.
Penelitian membuktikan bahwa kepribadian yang mampu mempengaruhi timbulnya sikap dermawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian aggreableness. Aggreableness adalah salah satu jenis kepribadian yang cenderung ramah, kooperatif, mudah percaya dan hangat. Kepribadian ini mengindikasikan seseorang yang ramah,mudah mengalah, menghindari konflik, senang membantu, pemaaf dan penyanyang. Individu yang memiliki kepribadian ini cenderung memiliki sikap yang dermawan.
3. Moral
Selain itu yang juga mampu mempengaruhi timbulnya sikap dermawan adalah nilai dan moral seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa penentu lain dari perilaku dermawan adalah nilai moral yang disebut sebagai "prinsip kepedulian," sebuah keyakinan bahwa seseorang harus membantu seseorang yang membutuhkan (Ottoni Wilhelm & Bekkers, 2010). Sebuah penelitian terhadap orang-orang di Amerika Serikat dan Belanda menemukan bahwa orang yang menunjukkan prinsip moral yang kuat tentang kepedulian juga menyumbangkan lebih banyak dana amal untuk membantu orang yang membutuhkan.
Sumber :
The Science of Generosity by
Summer Allen, Phd

Komentar
Posting Komentar