How to Deal With Your Emotion ?
How to Deal with Your emotion ?
Setiap
orang memiliki emosi, emosi mampu membantu kita untuk berkomunikasi, emosi juga
mampu memotivasi kita untuk melakukan sesuatu. Beberapa emosi positif seperti
kesenangan dan kebahagiaan dapat dengan mudah diterima, berbeda dengan emosi
negative seperti perasaan cemas, marah, sedih dan ketakutan. Pengelolaan emosi
yang buruk dapat menyebabkan berbagai masalah mulai dari stress hingga depresi,
karena itu sangat penting untuk memiliki kemampuan untuk mengelola emosi negative.
Berikut
adalah beberapa cara untuk mengelola emosi :
- Identifikasi emosi yang sedang dirasakan, Meskipun cukup sulit untuk mengidentifikasi emosi yang sedang dirasakan namun bila kita berusaha untuk memahami emosi tersebut seperti kecemasan, kesedihan, kemarahan maka kita akan memiliki kekuatan untuk berdamai dengan emosi tersebut.Mengenali emosi seperti kecemasan, bentuk rasa cemas biasanya diawali dengan pertanyaan “bagaimana jika ? ” bagaimana jika mereka tidak menyukai ku ? bagaimana jika saya tidak diterima dll sementara kesedihan erat kaitannya dengan hal-hal yang tidak dapat kita ubah seperti kematian dan kehilangan. Dan Kemarahan adalah respons setelah kita diserang atau adanya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan diri prinsip kita.
- Mencoba melakukan teknik relaksasi pernapasan. Salah satu yang dapat dilakukan ketika sedang emosi adalah mencoba rileks dan melakukan teknik relaksasi pernapasan. Penelitian menunjukkan bahwa berlatih kontrol pernapasan memiliki dampak positif pada respons stres.
- Mencoba untuk melakukan meditasi atau melakukan ibadah dan berdoa. Penelitian telah membuktikan bahwa meditasi mampu menimbulkan emosi positif, kepuasan, mampu membuat seseorang lebih sehat dan bahagia. Juga mampu mengurangi kecemasan, stress dan depresi. Terdapat beberapa jenis meditasi namun semua meditasi bertujuan untuk menenangkan pikiran. Dalam umat beragama beribadah dengan rasa yang khusyu juga mampu memberikan ketenangan dalam diri individu.
- Mencoba untuk membayangkan hal-hal yang
menyenangkan.
Kita
dapat merubah emosi negative yang kita rasakan dengan cara membayangkan hal-hal
positif. Membayangkan hal positif bisa diawali dengan membayangkan kondisi yang membuat kita merasa tenang dan bahagia.
- Membuat Jurnal
Banyak
orang yang telah membuktikan bahwa menulis jurnal dapat membantu dalam mengatasi
emosi. Cobalah untuk menuliskan apa yang terjadi, apa yang anda rasakan.
Tuliskan apapun yang anda rasakan di jurnal, jangan merasa malu. Hal
tersebut akan mampu mengurangi perasaan negative yang sedang dirasakan.
- Mengidentifikasi penyebab timbulnya emosi yang dirasakan.
Ketika kita telah menulis jurnal tentang emosi yang kita rasakan maka kita akan mendapatkan pola penyebab timbulnya emosi. Bila emosi tersebut sudah pernah kita rasakan sebelumnya, ada kemungkinan kita bisa mengatasi emosi tersebut seperti cara yang kita gunakan sebelumnya.
-
Mencari
Pengalihan
Alihkan emosi anda dengan melakukan hal-hal
positif yang anda sukai. Bila anda senang melukis cobalah untuk mengalihkan
emosi anda dengan melukis, atau melakukan hal-hal yang Anda senangi yang dapat
membuat Anda menjadi lebih produktif.
- Mencari dukungan dari orang-orang terdekat (Support System)
Curahkan
perasaan dan isi hati anda dengan orang
yang membuat anda merasa nyaman, jangan biarkan anda memendam perasaan sendiri.
Mencurahkan perasaan dengan orang lain mampu
membuat perasaan anda menjadi lebih tenang, dan mungkin saja hal tersebut bisa
membantu Anda dalam menemukan solusi dari emosi negative yang anda rasakan.
Cobalah mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti dari pasangan,teman,
atau terapis professional.
-
Carilah bantuan dari
professional.
Apabila Anda
sudah kesulitan mengatasi emosi yang ada dalam diri Anda maka cobalah untuk
mencari bantuan professional. Berbicara dengan professional adalah salah satu alternative yang baik. Dengan berbicara dengan
terapis, anda akan menjadi lebih tenang karena terapis akan lebih bertanggung
jawab dalam membantu Anda untuk mengatasi emosi – emosi negative yang Anda
rasakan.
Sumber :
Psychological Health- wikiHow
Komentar
Posting Komentar